Jembatan Sodong–Kopo Perkuat Konektivitas Lintas Pantai Pangandaran, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Warga
beritapangandaran.web.id – Pembangunan Jembatan Sodong–Kopo menjadi bagian penting dari dua kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Pangandaran, yakni penataan kawasan wisata, dan pembangunan konektivitas lintas pantai. Jembatan ini berperan sebagai penghubung utama jalur pantai timur dan barat Pangandaran hingga kawasan wisata Madasari.
Pembangunan konektivitas lintas pantai tersebut tidak berdiri sendiri. Pemerintah daerah secara bertahap membangun dan merencanakan sejumlah jembatan strategis, antara lain Jembatan Merah, Jembatan Aston, Jembatan Wiradinata Ranggajipang, Jembatan Batuhiu, serta Jembatan Sodong–Kopo. Seluruhnya dirancang untuk memperlancar akses antarobjek wisata dan mempercepat mobilitas masyarakat.
Proses pembangunan Jembatan Sodong–Kopo berawal sejak masa kepemimpinan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, yang secara intensif menjalin komunikasi dengan Gubernur Jawa Barat saat itu, Ridwan Kamil. Komunikasi tersebut membuahkan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga dilakukan peletakan batu pertama langsung oleh Ridwan Kamil.
Seiring berjalannya waktu, komunikasi lintas pemerintahan terus berlanjut, termasuk pada masa Penjabat Gubernur Jawa Barat, hingga akhirnya pembangunan dilaksanakan dan dilanjutkan pada masa Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Selain pembangunan jembatan, penataan kawasan pantai juga dilakukan melalui pembersihan kawasan wisata, relokasi, serta pembukaan akses wilayah pesisir dari timur hingga barat Pangandaran.
Tokoh masyarakat Pangandaran, Agus Mulyana, menilai keberadaan Jembatan Sodong–Kopo membawa dampak besar bagi sektor pariwisata dan perekonomian warga.
“Dengan adanya Jembatan Sodong–Kopo, akses menuju kawasan wisata Batu Karas akan jauh lebih cepat. Ini otomatis membuat pariwisata berkembang dan mendukung perputaran ekonomi, termasuk aktivitas nelayan yang melintas antarwilayah,” ujarnya.
Menurut Agus, antusiasme masyarakat terhadap jembatan tersebut juga sangat tinggi. Selain mempercepat akses wisata, keberadaan jembatan dinilai akan meningkatkan okupansi hotel dan restoran di kawasan Batu Karas, serta mendorong wilayah tersebut menjadi destinasi favorit wisatawan domestik hingga mancanegara karena terhubung dekat dengan bandara.
Sementara itu, tokoh masyarakat lainnya, Iwan M Ridwan, menjelaskan bahwa anggaran pembangunan Jembatan Sodong–Kopo sepenuhnya bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat. Perencanaan dilakukan sejak tahun 2022, dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pada 2023. Namun, pada tahap awal, pembangunan belum sepenuhnya rampung sehingga dilakukan penghitungan ulang dan dilanjutkan melalui penganggaran pada APBD Provinsi 2025 yang ditetapkan saat masa Penjabat Gubernur.
“Alhamdulillah, meskipun terjadi pergantian kepemimpinan, pembangunan Jembatan Sodong–Kopo tetap berjalan hingga dilanjutkan pada masa Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ini menjadi jembatan kebanggaan masyarakat Pangandaran dan sementara menjadi yang terpanjang di wilayah ini,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Penjabat Gubernur Jawa Barat saat penetapan APBD 2025, hingga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang melanjutkan pelaksanaan pembangunan.
Ke depan, setelah penyelesaian pembangunan, Jembatan Sodong–Kopo akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran sebagai aset daerah, mengingat status jalannya merupakan jalan kabupaten. Pemerintah daerah diharapkan dapat menjaga dan memanfaatkan infrastruktur tersebut secara optimal untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Pangandaran. (Raswati)
