Berita Politik

Reses DPRD Pangandaran di Desa Wonoharjo, Warga Usulkan Pengembangan Wisata Religi Makam Mbah Bungkus

beritapangandaran.web.id – Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dari Partai Amanat Nasional (PAN), Hamdi, menggelar kegiatan reses masa persidangan pertama tahun 2026 di Aula Desa Wonoharjo. Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyerapan aspirasi masyarakat, khususnya warga Desa Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran, Kamis (18/02/2026).

Reses yang dilaksanakan pada tahun pertama masa kerja 2026 itu dihadiri oleh pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Kepala Desa Wonoharjo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Hamdi yang secara rutin melaksanakan kegiatan reses di wilayah tersebut.

Hamdi yang merupakan anggota Komisi II DPRD Pangandaran menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan kewajiban anggota dewan untuk bertemu langsung dengan masyarakat guna menampung berbagai aspirasi dan permasalahan yang ada di daerah pemilihannya.

“Reses ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi. Kami ingin mendengar langsung kebutuhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan tugas Komisi II, termasuk sektor ekonomi, pariwisata, dan pembangunan masyarakat,” ujar Hamdi.

Namun, Hamdi juga menyampaikan bahwa untuk pembangunan fisik melalui anggaran APBD tahun 2026 kemungkinan masih terbatas, sehingga perlu perencanaan dan pengusulan bertahap melalui mekanisme yang ada.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan masyarakat Wonoharjo, Wawan, menyampaikan aspirasi terkait rencana pengembangan wisata religi di wilayah desa. Ia mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Pangandaran turut mendorong perbaikan dan renovasi Makam Mbah Bungkus yang dinilai memiliki nilai sejarah dan potensi menjadi destinasi wisata religi.

Menurut Wawan, pengembangan wisata di Pangandaran sebaiknya tidak hanya berfokus pada wisata alam seperti pantai dan pegunungan, tetapi juga wisata berbasis sejarah dan religi.

“Kami sudah menyusun proposal untuk perbaikan dan penataan Makam Mbah Bungkus. Harapannya bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata religi yang melibatkan masyarakat dan memberikan dampak ekonomi bagi warga,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pengembangan situs tersebut bukan untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan untuk kepentingan bersama sebagai bagian dari situs sejarah desa.

Menanggapi aspirasi tersebut, Hamdi menyatakan dukungannya terhadap upaya pengembangan potensi wisata religi di Desa Wonoharjo. Ia menilai keberadaan situs bersejarah seperti makam tokoh masyarakat dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya.

“Kita harus bangga jika desa memiliki situs bersejarah yang bisa dikembangkan. Aspirasi ini akan kami dorong dan kaji lebih lanjut agar bisa menjadi potensi wisata religi yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Hamdi.

Ia juga mengajak masyarakat dan pemerintah desa untuk bersama-sama mendorong pengembangan situs tersebut melalui koordinasi lintas pihak serta pengusulan program yang terencana.

Kegiatan reses tersebut diakhiri dengan dialog terbuka antara warga dan anggota dewan, di mana masyarakat menyampaikan berbagai masukan terkait pembangunan desa serta harapan peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. (Hrs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *