Ida Nurlaela Wiradinata Minta Investigasi Menyeluruh Terkait Tumpahan Batubara di Perairan Pangandaran
beritapangandaran.web.id – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ida Nurlaela Wiradinata, menyoroti insiden tumpahan muatan batubara di perairan Pangandaran yang dinilai bukan sekadar kecelakaan pelayaran biasa, melainkan berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan laut dan kehidupan masyarakat pesisir.
Menurut Ida, tumpahan batubara menyebabkan air laut menjadi keruh sehingga menghalangi sinar matahari menembus perairan. Kondisi tersebut mengganggu proses fotosintesis fitoplankton, lamun, dan berbagai organisme laut yang berperan penting dalam menjaga produktivitas ekosistem perairan.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia saat melakukan peninjauan di lokasi, sebagian material batubara diperkirakan tenggelam dan mengendap di dasar laut. Endapan tersebut berpotensi menutupi terumbu karang, padang lamun, serta habitat berbagai biota laut seperti kerang, udang, dan ikan.
“Apabila terjadi di kawasan pesisir dangkal atau wilayah yang menjadi lokasi utama nelayan mencari nafkah, dampaknya dapat berlangsung hingga bertahun-tahun dan menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi masyarakat pesisir,” ujar Ida.
Selain dampak terhadap ekosistem, Ida juga mengingatkan bahwa batubara mengandung sejumlah unsur logam berat, di antaranya arsenik, merkuri, timbal, kadmium, dan selenium. Kandungan tersebut dinilai perlu menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kualitas lingkungan maupun kesehatan masyarakat apabila tidak ditangani dengan baik.
Oleh karena itu, Ida mendesak pemerintah bersama instansi terkait segera melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap penyebab dan dampak tumpahan batubara tersebut. Langkah yang diperlukan meliputi pemantauan kualitas air dan sedimen, kajian dampak terhadap biota laut dan sektor perikanan, serta penyusunan program pemulihan lingkungan.
Ia berharap penanganan dilakukan secara cepat, transparan, dan berbasis kajian ilmiah agar dampak jangka panjang terhadap ekosistem laut serta kesehatan masyarakat dapat diminimalkan, sekaligus menjaga keberlangsungan mata pencaharian nelayan di kawasan pesisir Pangandaran. (Wal)
