HNSI Pangandaran Desak Penanganan Cepat Kapal Kandas Bermuatan Batu Bara, Soroti Ancaman Ekosistem Laut
beritapangandaran.web.id – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, mendesak pemerintah dan pihak terkait segera mempercepat penanganan kapal kandas yang membawa muatan batu bara di perairan Pangandaran. Desakan tersebut disampaikan saat rapat koordinasi Ketua HNSI dengan Bupati Pangandaran di Pendopo Bupati Pangandaran, Kamis (9/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Jeje menyampaikan bahwa sejak awal HNSI menerima informasi penanganan kapal akan dilakukan secara cepat. Namun, hingga memasuki sekitar satu bulan pascakejadian, menurutnya belum terlihat langkah pemulihan yang signifikan.
“Awalnya kami mendapat informasi bahwa penanganan akan dilakukan cepat. Namun hingga saat ini belum ada tindakan pemulihan yang signifikan, padahal insiden ini sudah berjalan satu bulan,” ujar Jeje.
Ia menjelaskan, keberadaan material batu bara di dalam kapal yang kandas menjadi perhatian serius karena lokasinya berada di kawasan konservasi terumbu karang. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak lingkungan apabila proses evakuasi terus mengalami keterlambatan.
Menurut Jeje, semakin lama muatan batu bara berada di lokasi, semakin besar pula risiko terjadinya proses kimiawi dan fisika yang dapat memengaruhi kualitas lingkungan laut serta merusak ekosistem di kawasan konservasi.
“Semakin lama proses evakuasi dan penanganan ini ditunda, proses kimiawi dan fisika dari muatan batu bara itu akan merusak lingkungan kelautan kita. Ini sangat membahayakan mata pencaharian nelayan dan kelestarian ekosistem laut,” tegasnya.
Selain mendesak percepatan penanganan, HNSI Kabupaten Pangandaran juga meminta agar seluruh proses penanganan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, instansi teknis, akademisi, organisasi lingkungan, dan perwakilan masyarakat nelayan.
HNSI berharap langkah penanganan yang cepat, transparan, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dapat meminimalkan dampak lingkungan sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari sumber daya laut.
Undangan rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya HNSI Kabupaten Pangandaran menyampaikan aspirasi nelayan sekaligus mendorong percepatan penyelesaian persoalan kapal kandas agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan yang lebih luas. (Hrs)
