Lonjakan Wisatawan Lebaran Picu Krisis Sampah di Pangandaran, DPRD Desak Pemda Susun Strategi Komprehensif
beritapangandaran.web.id – Lonjakan jumlah wisatawan selama libur Lebaran 2026 di Kabupaten Pangandaran kembali memunculkan persoalan klasik yang belum terselesaikan, yakni meningkatnya volume sampah di kawasan objek wisata.
Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, menyoroti kondisi tersebut dan mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) agar segera menyusun langkah strategis melalui master plan pengelolaan sampah yang komprehensif dan berkelanjutan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sampah yang menumpuk di sejumlah titik wisata didominasi oleh limbah dari aktivitas wisatawan dan pedagang. Peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya berdampak langsung pada melonjaknya volume sampah di kawasan tersebut.
Asep menilai, sistem pengelolaan sampah yang saat ini masih diterapkan di Pangandaran tergolong konvensional dan tidak lagi relevan. Pola “kumpul, angkut, dan buang” dengan metode open dumping (pembuangan terbuka) dinilai bertentangan dengan regulasi pemerintah pusat yang mewajibkan pengelolaan sampah secara modern dan ramah lingkungan.
“Kita lihat klaster sampah mayoritas berasal dari pedagang dan wisatawan. Dengan jumlah pengunjung yang sangat tinggi, volume sampah ikut meningkat tajam. Ini menjadi kewajiban dari pusat, sehingga kita tidak bisa lagi menggunakan cara lama,” ujar Asep.
Dalam hal ini, DPRD juga mengingatkan Pemkab Pangandaran terkait instruksi Presiden mengenai kewajiban alokasi anggaran pengelolaan sampah sebesar 3 persen dari APBD. Anggaran tersebut dinilai penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi.
Asep mendorong sejumlah langkah konkret yang harus segera dilakukan Pemda, di antaranya menyusun peta jalan (road map) pengelolaan sampah, melakukan modernisasi fasilitas pembuangan, serta memperbaiki sistem manajemen penarikan sampah dari hulu hingga hilir.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak, termasuk pedagang dan wisatawan, dalam menjaga kebersihan lingkungan. Edukasi dan sosialisasi secara masif dinilai perlu dilakukan guna membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari sumbernya.
“Pemerintah daerah harus segera bergerak. Kita perlu sistem penarikan sampah yang efektif agar pariwisata Pangandaran tetap terjaga, bersih, dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.
Persoalan sampah yang terus berulang setiap musim liburan ini menjadi perhatian serius, mengingat Pangandaran merupakan salah satu destinasi unggulan di Jawa Barat yang bergantung pada sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah. (Ras – ADV)
