Jeje Wiradinata Dorong Pemkab Pangandaran Perjuangkan Kuota Mahasiswa Lokal di PSDKU Unpad
beritapangandaran.web.id – Mantan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, meminta Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk melakukan komunikasi dan lobi intensif dengan pihak Universitas Padjadjaran guna mempertahankan kuota minimal 50 persen bagi mahasiswa asli Pangandaran di Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Unpad Pangandaran.
Permintaan tersebut disampaikan Jeje sebagai bentuk perhatian terhadap keberlangsungan akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah. Menurutnya, sejak awal berdirinya PSDKU Unpad di Pangandaran, keberadaan kampus tersebut memiliki tujuan utama untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat lokal dalam menempuh pendidikan tinggi berkualitas.
“Sejak awal berdirinya PSDKU Unpad di Pangandaran, semangat utamanya adalah memberikan kesempatan yang lebih besar kepada putra-putri asli Pangandaran untuk mengenyam pendidikan tinggi berkualitas. Karena itu, saya meminta Pemerintah Kabupaten Pangandaran melakukan lobi khusus kepada pihak Unpad agar komitmen kuota minimal 50 persen bagi mahasiswa asli Pangandaran tetap dipertahankan,”kata Jeje Kamis (25/06/2026).
Jeje menegaskan bahwa kebijakan kuota bagi mahasiswa asli Pangandaran merupakan bagian dari komitmen awal yang harus tetap dijaga. Ia menilai keberpihakan terhadap masyarakat lokal menjadi salah satu dasar penting hadirnya PSDKU Unpad di wilayah Pangandaran.
Menurutnya, saat ini komitmen tersebut perlu mendapat perhatian khusus karena adanya perubahan kepemimpinan di lingkungan Unpad yang berpotensi memengaruhi kebijakan yang telah berjalan sebelumnya.
Karena itu, Jeje meminta Pemerintah Kabupaten Pangandaran segera mengambil langkah strategis dengan menjalin komunikasi langsung kepada pihak kampus agar kebijakan kuota minimal 50 persen untuk mahasiswa lokal tetap dipertahankan.
“Pergantian kepemimpinan di lingkungan Unpad tidak boleh menghilangkan komitmen yang telah menjadi dasar hadirnya PSDKU di Pangandaran. Keberpihakan kepada masyarakat lokal harus tetap menjadi prioritas agar manfaat kampus ini benar-benar dirasakan oleh warga Pangandaran,”ujarnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pihak Unpad dapat menjaga tujuan awal pendirian PSDKU Pangandaran, sekaligus memastikan generasi muda daerah memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus bersaing secara tidak seimbang dengan peserta dari luar daerah.
“Pemerintah daerah perlu aktif berkomunikasi dan memperjuangkan kepentingan generasi muda Pangandaran. Jangan sampai kesempatan yang telah dibangun bersama selama ini berkurang karena perubahan kebijakan. Kuota bagi mahasiswa lokal harus tetap dijaga demi peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah,”harap Jeje.
Dengan adanya upaya tersebut, Jeje optimistis keberadaan PSDKU Unpad Pangandaran akan terus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pangandaran. (Wal)
